7 Hal Penting Saat Memotret di Alam Terbuka

0

Jalan-jalan di alam terbuka adalah momen istimewa. Bukan saja karena ini kesempatan melihat etalase bumi yang siap memanjakan mata. Tapi, ada yang bilang, inilah cara kita sebagai manusia melihat secara langsung ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Tak heran jika dalam kondisi seperti itu, sejumlah orang berlomba untuk mengabadikannya dalam bingkai-bingkai foto, yang kelak bisa dinikmati kapan saja.

Memotret di alam bebas, tentu bisa dilakukan oleh siapa saja. Apalagi di masa sekarang, kita bisa memotret dengan modal kamera bawaan ponsel yang rata-rata sudah dilengkapi teknologi memadai.

Buat Anda yang belum percaya diri mengabadikan alam terbuka, berikut beberapa tips sederhana untuk memotret alam. Apa saja?

1. Memahami Obyek Utama
Saat berwisata, kita akan disuguhi banyak hal indah. dan ini kerap membuat kita bingung, asal memotret, sehingga kita tidak sungguh-sungguh bisa bercerita lewat foto, apa yang sesungguhnya hendak kita potret. Jadi, langkah awal, pilih saja obyek atau subyek yang dominan. Point of interest dinilai penting, karena ini berpengaruh pada banyak hal. Mulai dari cerita, hingga komposisi foto.

2. Lokasi yang Tepat
Tempat Anda berdiri, belum tentu menjanjikan angle istimewa. Rubahlah perspektif Anda. Coba melangkah lebih dekat, ke kiri, kanan, sedikit ke bawah, atau malah dari atas. Semua tentu ada filosofinya. Misal, memotret dari bawah menjanjikan kesan kemegahan.

3. Cahaya yang Tersedia
Jangan buru-buru menggunakan flash. Cahaya matahari pagi, rasanya masih belum ada yang menandingi. Apalagi jika bicara alam terbuka, kesan naturral wajib dijaga. Atur sudut yang tepat, jangan lawan sumber cahaya kuat. Ikuti arah cahaya yang ada di lokasi, kemana ia menuju. Umumnya, subjek yang nampak terang akan lebih bagus. Kecuali jika Anda memang ingin memotret dengan gaya siluet. Jadi, bijaklah dalam mengatur pencahayaan.

4. Pengaturan Kamera
Baik kamera bawaan ponsel maupun kamera DSLR, menjanjikan setting yang tujuannya jelas untuk memaksimalkan gambar. Tak soal jika ingin bereksperimen. Tapi kembali ke poin tiga, poinnya adalah cahaya. Setting kamera saat memotret senja jelas berbeda dengan saat memotret siang hari.

5. Komposisi yang Menarik
Belajarlah dari foto-foto travel di media massa. Pahami, mengapa saat memotret obyek atau subyek tertentu, ada kalanya diletakkan di sepertiga sisi kiri atau kanan. Ada kalanya di taruh tepat di tengah gambar. Ya, ini ada hubungannya dengan komposisi. Ketika memotret dan hasilnya bagus, sering kali ini karena komposisi yang tepat. Tiap komponen dalam gambar membentuk satu kesatuan yang sempurna. Memainkan unsur di latar belakang dan depan, warna, tekstur, dan masih banyak lagi.

6. Bermain dengan Background
Memotret alam terbuka, berarti siap bermain dengan latar belakang atau background. Unsur ini sering kali malah memberikan keindahan tersendiri. Langit biru dengan gulungan awan, warna jingga, bangunan, gunung, hingga biru lautan seperti yang nampak di Tanjung Papuma, Jember.

7. Faktor Keamanan
Tetap berpijak di posisi memotret yang aman. Percayalah, tak ada foto yang sepadan dengan jiwa Anda. Apalagi jika tujuan awalnya adalah mengabadikan kenangan. Taati papan peringatan di kawasan wisata alam. Misal, jangan bersandar di pagar tepi jurang, atau yang lain. (ddk | foto : dok kbm ecotourism perhutani jatim)

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.